Gorontalo Utara — Pencanangan perayaan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Hari Guru Nasional (HGN), serta Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 berlangsung meriah di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Senin (24/11/2025).
Ribuan guru, tenaga kependidikan, dan tenaga kesehatan dari seluruh kecamatan mengikuti parade akbar dengan mengenakan seragam khas organisasi masing-masing. Kekompakan para peserta mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan di daerah.
Acara ini turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Gorut, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta para pimpinan OPD terkait. Kehadiran lengkap unsur pemerintah daerah menegaskan dukungan terhadap peran guru dan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pembangunan manusia.
Kepala Dinas Pendidikan Gorut, Irwan Abudi Usman, menegaskan pentingnya sinergi kedua profesi tersebut dalam penguatan kualitas hidup masyarakat.
“Momentum pencanangan HUT PGRI dan HKN ini mengingatkan bahwa organisasi profesi harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Tanpa dukungan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, berbagai program tidak akan berjalan optimal. Karena itu, PGRI dan Dinas Kesehatan memiliki komitmen kuat untuk mendukung seluruh kebijakan pembangunan daerah,” ujar Ketua PGRI Gorut itu.
Rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga puncak perayaan pada 25 November 2025, yang bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Pemerintah daerah bersama organisasi profesi berkomitmen memperkuat kontribusi sektor pendidikan dan kesehatan dalam pembangunan Gorut.
Antusiasme ribuan peserta pada hari pencanangan menunjukkan kesiapan daerah dalam merayakan momentum nasional ini secara meriah, bermartabat, dan penuh semangat kebersamaan.
Secara nasional, HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Maju”, yang menekankan penguatan profesionalisme guru di era transformasi pendidikan. Sementara peringatan HKN mengangkat tema “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Emas 2045”, menyoroti percepatan layanan kesehatan yang inklusif, modern, dan berbasis teknologi.












