DK PBB Adopsi Rencana Otonomi Maroko, Wilson Lalengke: Jalan Perdamaian dan Pemulangan Pengungsi Tindouf

New York — Dalam keputusan bersejarah, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) resmi mengadopsi Resolusi 2797 yang mendukung Morocco Autonomy Plan sebagai solusi paling realistis dan kredibel untuk menyelesaikan konflik panjang di Sahara Barat. Keputusan ini menandai kemenangan diplomatik penting bagi Kerajaan Maroko, sekaligus membuka babak baru bagi perdamaian dan rekonsiliasi di kawasan.

 

Resolusi tersebut secara eksplisit menyebut proposal Maroko untuk memberikan otonomi luas bagi Sahara Maroko di bawah kedaulatannya sebagai “kerangka kerja yang serius dan layak” guna mencapai solusi politik yang abadi. DK PBB juga memperbarui mandat misi penjaga perdamaian MINURSO hingga Oktober 2026, menegaskan komitmen komunitas internasional terhadap stabilitas kawasan.

 

Jalan Pulang bagi Pengungsi Tindouf

 

Salah satu poin kemanusiaan paling penting dari resolusi ini adalah program pemulangan sukarela pengungsi Sahrawi dari Kamp Tindouf di Aljazair ke Sahara Maroko. DK PBB menekankan pentingnya reintegrasi populasi pengungsi tersebut ke wilayah Maroko yang damai, aman, dan sejahtera.

Pemerintah Maroko berkomitmen menyediakan perumahan, pendidikan, dan lapangan kerja bagi warga yang kembali, sejalan dengan strategi pembangunan wilayah selatan yang terus digalakkan oleh Raja Mohammed VI.

 

Seruan Wilson Lalengke di PBB

 

Pada 8 Oktober 2025, aktivis hak asasi manusia dan jurnalis warga Indonesia Wilson Lalengke menyampaikan pidato berapi-api di hadapan lebih dari 400 delegasi dalam Sidang Komite Keempat PBB. Dalam pernyataannya, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu menyerukan pentingnya penyelesaian konflik kemanusiaan berkepanjangan, termasuk nasib pengungsi di Kamp Tindouf.

 

“Hak untuk hidup tidak dapat dinegosiasikan,” tegas Lalengke, mendesak komunitas internasional untuk bertindak nyata demi perdamaian dan martabat manusia.

 

Pidato tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Sidang Komite Keempat, José Alberto Briz Gutiérrez dari Guatemala, yang menilai suara Lalengke memperkuat upaya global menuju keadilan dan rekonsiliasi.

 

“Suara Anda memperkaya perjuangan kolektif kita dalam menegakkan keadilan dan martabat bagi seluruh korban konflik dan pengungsian,” ujar Gutiérrez.

 

Menanggapi adopsi resolusi DK PBB, Wilson Lalengke menyambutnya dengan antusias. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “jalan menuju perdamaian sejati”, serta akhir dari penderitaan pengungsi Tindouf yang ia suarakan dalam forum PBB tersebut.

 

Dukungan Global untuk Maroko

 

Resolusi 2797 juga memperlihatkan meningkatnya dukungan internasional terhadap inisiatif Maroko, termasuk dari Amerika Serikat, sejumlah negara Uni Eropa, dan Afrika. Momentum ini diharapkan mempercepat proyek pembangunan dan diplomasi di wilayah Sahara Maroko sebagai bagian integral dari tatanan nasionalnya.

Saat tirai konflik panjang mulai terangkat, masyarakat Sahrawi kini melihat harapan baru — masa depan yang dibangun atas dasar persatuan, perdamaian, dan kesejahteraan bersama. (Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *