Kanal Gorontalo, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menggelar pengambilan sumpah dan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di halaman Kantor Bupati Gorontalo Utara, Senin (29/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, Wakil Bupati Nurjana Yusuf, Sekretaris Daerah, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, jajaran pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta ribuan peserta PPPK paruh waktu.
Dalam sambutannya, Bupati Thariq Modanggu menyampaikan optimisme meskipun daerah tengah menghadapi pengurangan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp144 miliar yang berdampak pada berbagai sektor.
“Apapun keadaan kita, meskipun ada pengurangan anggaran dari pusat sebesar Rp144 miliar yang berdampak pada banyak hal, saya yakin dan percaya kita akan mampu keluar dari keterbatasan ini,” ujar Thariq.
Pelantikan PPPK paruh waktu, kata dia, harus dimaknai sebagai bentuk rasa syukur dan optimisme, bukan semata-mata dilihat dari besaran penghasilan yang diterima.
“Oleh sebab itu, dengan pelantikan ini marilah kita menjadi hamba-hamba Tuhan yang bersyukur. Jangan hanya melihat angka tiga ratus ribunya, tapi lihat baju yang dikenakan dan NIP yang disematkan,” katanya.
Menurut Thariq, status PPPK paruh waktu merupakan pondasi awal untuk bersama-sama membangun daerah. “Di situ ada harapan, dan di situ ada pondasi yang bisa kita bangun bersama. Jika kita pandai bersyukur, insyaallah nikmat itu akan Allah tambah” tambahnya.
Ia pun kembali mengigatkan pentingnya menjaga optimisme dan rasa syukur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.
“Harus ada optimisme dan rasa syukur. Jangan melihat di angka tiga ratus ribunya, karena soal angka itu relatif. Apapun status dan jumlah yang kita terima, pasti akan selalu berbanding lurus dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus ditanggulangi,” kata Thariq.
Selain itu, ia juga menyampaikan, kinerja ASN PPPK paruh waktu akan dievaluasi setiap tahun. Apabila memenuhi standar penilaian dan kemampuan keuangan daerah memungkinkan, maka status kerja paruh waktu berpeluang untuk ditingkatkan menjadi penuh waktu.
Menghadapi tahun mendatang, Pemerintah Daerah juga akan menerapkan penyesuaian sistem kerja dengan pola masuk kantor tiga hari dalam sepekan mulai Januari, melalui konsep kerja fleksibel dari mana saja.
Menutup sambutannya, Thariq mengajak seluruh ASN menjadikan akhir tahun sebagai momentum refleksi dan perbaikan diri.
“Mari kita lepas tahun 2025 dengan damai dan menjemput 2026 dengan kasih sayang. Kesalahan dan kelalaian di masa lalu kita tinggalkan, dan kita songsong tahun baru dengan semangat pengabdian yang lebih baik,” pungkasnya.












